You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kedungjati
Desa Kedungjati

Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah

Selamat Datang di Website Official Sistem Informasi Desa Kedungjati Visi : Mewujudkan Masyarakat Kedungjati yang damai, tentram, sejahtera, yang mandiri beradab dan bermartabat Kedungjati siap menjadi desa Digital dengan Program SIAPMANJAT (Sistem Informasi Pelayanan Mandiri Desa Kedungjati)

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Kelompok 56 UIN Saizu Gelar Sosialisasi Stop Bullying di Desa Kedungjati

KKNUINSAIZU 28 Agustus 2026 Dibaca 16 Kali
Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Kelompok 56 UIN Saizu Gelar Sosialisasi Stop Bullying di Desa Kedungjati

20260828_155659 (1)

20260828_154924 

PURBALINGGAMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar sosialisasi Stop Bullying bagi siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Agustus 2026. Sosialisasi ini menyasar empat lembaga pendidikan dasar di Desa Kedungjati, yaitu SD Negeri 1 Kedungjati, SD Negeri 2 Kedungjati, MI Muhammadiyah Kedungjati, dan MI Darul Abror Kedungjati. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN Kelompok 56 dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

 

Program sosialisasi ini berawal dari hasil pengamatan dan silaturahmi mahasiswa KKN ke sejumlah sekolah di Desa Kedungjati. Dari rangkaian kunjungan tersebut, mahasiswa melihat pentingnya penguatan edukasi mengenai pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Hal tersebut kemudian mendorong terjalinnya sinergi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah untuk menghadirkan edukasi anti-perundungan kepada para siswa. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN Kelompok 56 melakukan kunjungan, survei, dan koordinasi dengan masing-masing sekolah. Tahapan tersebut dilakukan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan sekaligus menyesuaikan jadwal pelaksanaan dengan pihak sekolah.

Dalam pelaksanaannya, sosialisasi dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai perundungan, tetapi juga mengajak siswa untuk mengutarakan perasaanya,bernyanyi bersama dan mengikuti ice breaking. Pendekatan tersebut dilakukan agar penyampaian materi dapat berlangsung secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

 

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah sesi refleksi menggunakan teknik Butterfly Hug. Dalam sesi tersebut, siswa diarahkan untuk menyilangkan kedua tangan di dada dan memeluk diri sendiri secara perlahan. Melalui narasi reflektif yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, siswa diajak mengenali berbagai situasi yang dapat membuat seseorang merasa sedih atau tidak nyaman, seperti dikucilkan, dipanggil dengan sebutan yang tidak disukai, tidak diajak bermain, maupun mendapatkan perlakuan dari teman yang menyakiti perasaan. Sesi refleksi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengajak siswa memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan yang perlu dihargai. Siswa juga diarahkan untuk menyadari pentingnya saling menyayangi, menghormati, dan menjaga perkataan maupun tindakan agar tidak menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal.

 

Ketua KKN Kelompok 56 UIN Saizu, Luthfan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan hubungan pertemanan yang positif.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya saling menghargai dan menyadari bahwa perundungan bukanlah hal yang dapat dibenarkan. Kami juga berharap edukasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan pertemanan yang lebih aman dan nyaman,” ujar Luthfan.

 

Melalui sosialisasi Stop Bullying ini, mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap para siswa dapat lebih mengenali bentuk-bentuk perundungan serta memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang positif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani menyampaikan apabila menemukan tindakan yang dapat merugikan atau menyakiti teman. Edukasi mengenai pencegahan perundungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membangun kebiasaan untuk saling menghargai, tidak membeda-bedakan teman, saling mendukung, dan membudayakan sikap saling memaafkan, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan di Desa Kedungjati yang semakin aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

 

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan